PPN Jadi 11 Persen Tambah Penerimaan Negara Rp25,44 Triliun hingga April 2023
1 min read

PPN Jadi 11 Persen Tambah Penerimaan Negara Rp25,44 Triliun hingga April 2023

Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan membeberkan secara spesifik hasil dari Undang Undang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (HPP) yang diundangkan 2 tahun. Kepala BKF Febrio Kacaribu mengatakan, peraturan tersebut sudah menunjukkan hasilnya, termasuk dari sisi perubahan tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) jadi 12 persen. "Dampak dari penyesuaian tarif PPN tahun 2022 ini juga sudah menghasilkan penerimaan tambahan Rp60,76 triliun. Untuk Januari sampai April (2023) ini sudah Rp25,44 triliun," ujarnya dalam rapat kerja pemerintah dengan Banggar DPR RI di Gedung DPR/MPR, Senin (12/6/2023).

Kemudian dalam jangka pendek, lanjutnya, hasil hasil ini akan didorong untuk memperkuat lagi basis perpajakan dan perbaikan reformasi ke depan. "Beberapa highlight di antaranya NIK sebagai NPWP ini sangat baik. Lalu keberpihakan kepada UMKM, juga keperpihakan dalam konteks PPh orang pribadi ini sudah kita perkenalkan kemarin dalam UU HPP," katanya. Lebih lanjut, dia menambahkan, tarif PPh Badan tetap 22 persen dan PPN menjadi 11 persen dengan mengacu terhadap beberapa pertimbangan.

Prancis Ngamuk 4.000 Warganya Daftar Jadi Tentara Bayaran Israel, Ancam Akan Jebloskan ke Penjara Gaza Jadi 'Neraka' Bagi Tentara Israel, Jumlah Personel IDF yang Tewas Terus Bertambah Nasib RS Indonesia di Gaza: Dituding Markas Hamas, Kini Jadi Markas Tentara Israel

Rusia Menggila di Front Timur: Pusat Komando Ukraina Hancur, Uragan Bikin Gosong Setumpuk Lapis Baja Israel Ancam akan Bunuh Yahya Sinwar, Hamas: Tong Kosong, IDF Pamer Prestasi Palsu Tawuran Remaja di Cakung Sebabkan Satu Orang Tewas, Korban Dibacok Saat Menolong Temannya

Dampak Boikot Produk Pro Israel, CEO Starbucks Minta Masyarakat Berhenti Demo Kedai Kopinya Halaman all "Lalu, kita juga mempertahankan keberpihakan kita untuk kepentingan daya beli masyarakat, barang kebutuhan pokok, jasa kesehatan, jasa pendidikan dan sosial," pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *