Perluas Pemasaran Produk UMKM, Kementerian BUMN RI dan BRI Resmikan Vending Machine
3 mins read

Perluas Pemasaran Produk UMKM, Kementerian BUMN RI dan BRI Resmikan Vending Machine

Sebagai penggerak ekonomi bangsa Indonesia, keberadaan UMKM perlu terus didukung dan diberdayakan, termasuk dari segi pemasaran produk hingga perluasan pasar. Untuk itu, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI senantiasa mendukung pengembangan UMKM dengan menyelenggarakan berbagai program pendampingan, edukasi, dan pemberdayaan melalui berbagai platform yang familiar bagi masyarakat. Tak sampai di sana, inovasi juga turut dilakukan dalam pemberdayaan UMKM, salah satunya dengan menyediakan platform dengan konsep outlet self service, sehingga dapat meningkatkan minat pembelian produk UMKM. Konsep tersebut diterapkan dalam bentuk vending machine produk UMKM binaan Rumah BUMN BRI yang telah diresmikan di Kementerian BUMN, Senin (27/11). Staf Khusus III Kementerian BUMN RI Arya Sinulingga yang hadir dalam peresmian tersebut mengatakan, bahwa vending machine ini diharapkan dapat memperluas pemasaran produk UMKM. Dengan begitu, kesejahteraan dan kesempatan UMKM untuk naik kelas semakin terbuka.

“Awalnya vending machine ini merupakan ide Pak Menteri Erick Thohir, untuk menjawab permintaan kawan kawan UMKM untuk lebih mempromosikan produk UMKM. Harapan kedepannya seluruh produk UMKM bisa masuk ke vending machine seiring dengan bertambahnya jumlah vending machine,” ungkapnya. Vending machine pertama yang diresmikan ini diisi oleh 19 jenis produk dari 11 UMKM Binaan BRI, sehingga kapasitas 1 mesin adalah sebanyak 150 produk UMKM pilihan yang dapat dibeli melalui transaksi pembayaran menggunakan QRIS. Nantinya, vendor akan memonitor produk mana saja yang banyak diminati, kemudian menjadi bahan evaluasi untuk ke depannya. Senior Executive Vice President (SEVP) Bisnis Ultra Mikro BRI, M. Candra Utama yang hadir langsung pada saat peresmian tersebut mengatakan bahwa melalui vending machine ini, pembeli bisa mendapatkan produk dengan harga berbeda dari yang terjual di toko retail pada umumnya, sebab harga tersebut adalah harga jual langsung dari UMKM.

“Jadi hal ini dapat meningkatkan pembelian produk UMKM yang merupakan sumbangsih kita kepada negara. Ini juga menjadi langkah nyata kita mendukung Program Bangga Buatan Indonesia,” ucapnya. "Ayo Kapan Menyusul" Anne Ratna Mustika Semringah Jawab Ucapan Dedi Mulyadi, Doakan Sang Mantan Halaman 4 Dukungan Mengalir Deras Tanda Masyarakat Inginkan Prabowo Pimpin Indonesia

Turis Asing Berbondong bondong Datang ke Indonesia, Berikut Datanya Gerakan Pemuda Tani Indonesia Tanggapi Hasil Debat Cawapres Semalam Profil Celia Thomas yang Kepergok Bareng Teuku Ryan di Gala, Ria Ricis Siap Jadi Ibu Sekaligus Ayah Halaman 4

Industri Penerbangan Indonesia Masuki Babak Baru Penerapan Kecerdasan Buatan Perluas Pemasaran Produk UMKM, Kementerian BUMN RI dan BRI Resmikan Vending Machine Dampak Boikot Produk Pro Israel, CEO Starbucks Minta Masyarakat Berhenti Demo Kedai Kopinya Halaman all

Adapun varian produk UMKM yang terdapat di vending machine ini di antaranya, “D’Naura” kue kering dengan varian kukis keju aren dan enting ting kacang; “Serella” snack tipis berbentuk koin dengan banyak rasa; camilan kentang Mustofa Bernama “Cabilong”; keripik usus dan kentang dari “Dapoer Mak Kim”; camilan renyah dari “Cangcomak”; kukis kurma dari “Rizkiku”; basreng ikan dari “Dapoer Bu Siti”; kurma coklat dari “Renaco”; pastel abon dan sagu keju milik “Cemilan Cimot”; kue coklat almond milik “Favorite Flavor”; dan “Mee Kwah Tauco”. Inovasi ini merupakan salah satu inisiatif Kementerian BUMN RI untuk meningkatkan kapasitas dan kapabilitas UMKM. Seperti diketahui, program Rumah BUMN telah beroperasi sebanyak 251 unit yang mana kurang lebih 50 unit dimiliki oleh BRI. Sebanyak lebih dari 670 ribu UMKM terdaftar di website Rumah BUMN secara nasional, dengan jumlah pelatihan mencapai lebih dari 24 ribu pelatihan. Dari jumlah tersebut, BRI berkontribusi sebanyak lebih dari 400 ribu UMKM, dan melaksanakan program pelatihan Rumah BUMN sebanyak lebih dari 11.000 pelatihan. Beragam platform pun diciptakan mulai dari Padi UMKM (dari Kementerian BUMN), Bela Pengadaan (Platform Pemerintah melalui LKPP), dan BRI memiliki platform Localoka dan PARI.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *