Pelni Imbau Penumpang Gunakan Masker di Tengah Kasus Covid-19 di Indonesia yang Kian Meningkat
3 mins read

Pelni Imbau Penumpang Gunakan Masker di Tengah Kasus Covid-19 di Indonesia yang Kian Meningkat

PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) atau PT Pelni, mengimbau masyarakat yang akan bepergian menggunakan kapal penumpang maupun kapal perintis untuk mengenakan masker. Hal itu disampaikan Direktur Utama PT Pelni Tri Andayani menanggapi angka kasus Covid 19 di Indonesia yang mulai meningkat beberapa pekan terakhir. Diketahui, Anda menegaskan bahwa pihaknya bersama Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) telah membahas menyoal hal tersebut.

Hasilnya, kebijakan yang saat ini diambil berupa imbauan bagi para penumpang. "Kemarin juga kita sudah membahas ini di Kemenhub ketika Rakornas, di BUMN, di Komisi VI DPR. Jadi langkah yang kami lakukan adalah menghimbau para penumpang untuk membawa atau mengenakan masker," kata Anda dalam acara Konferensi Pers Kesiapan PT Pelni Melayani Angkutan Laut Natal 2023 dan Tahun Baru 2024, di Jakarta, Jumat (8/12/2023). Selain itu, Anda mengatakan bahwa pihaknya bakal mengikuti instruksi seandainya ada penetapan kembali dalam memakai masker. Misalnya saja menyiapkan masker untuk penumpang.

Prancis Ngamuk 4.000 Warganya Daftar Jadi Tentara Bayaran Israel, Ancam Akan Jebloskan ke Penjara Pemko Langsa Salurkan BLT Dana Desa Perdana 2021 untuk 50 Warga Teulaga Tujoh Serambinews.com Sosok Anak Artis Disemprot Sandiaga Uno Pakai Barang Mahal Hasil Hibahan Ibu saat Rapat: Lu Ngapain?

Ternyata Sule Diam diam Tangisi Adzam Imbas Calon Suami Baru Nathalie Holscher: Saya Membayangkan Halaman 4 Bupati Kapuas Hulu Sebut Ada Laporan Penggunaan Dana Desa Tak Transparan Piala Asia 2023 Timnas Indonesia Jadi Skuad Termuda, Beda Jauh dengan Malaysia dan Thailand Bolasport.com

Dampak Boikot Produk Pro Israel, CEO Starbucks Minta Masyarakat Berhenti Demo Kedai Kopinya Halaman all "Tetapi mengimbau ini sifatnya. Karena belum ada instruksi dari pemerintah, kan seperti dulu kalau dari pemerintah operator wajib menyiapkan masker dan segala macem sehingga kami belum menyiapkan itu. Jadi menghimbau kepada para penumpang saja," jelasnya. Sebelumnya, Tren peningkatan kasus Covid 19 kembali terjadi dalam beberapa pekan terakhir. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan per 6 Desember 2023, rata rata kasus harian Covid 19 bertambah sebanyak 35 40 kasus.

Sementara, pasien Covid 19 yang dirawat di rumah sakit tercatat antara 60 131 orang. Dengan tingkat keterisian rumah sakit saat ini sebesar 0.06 persen dan angka kematian 0 3 kasus per hari. Terkait hal ini, Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Maxi Rein Rondonuwu ingatkan masyarakat terapkan protokol kesehatan (prokes).

“Yang sakit, sekarang mewajibkan diri sendiri pakai masker, cuci tangan pakai sabun, menjaga imunitas dengan konsumsi makanan bergizi seimbang, kemudian jaga jarak, apalagi kalau sedang sakit agar tidak menularkan,” kata Dirjen Maxi pada keterangannya, Kamis (7/12/2023). Maxi juga mengingatkan, masyarakat perlu waspada apabila mengalami gejala penyakit yang mengarah pada Covid 19. Di antaranya seperti batuk, pilek, demam dan gangguan pernapasan, agar segera melakukan pemeriksaan antigen.

“Siapa yang punya gejala sebaiknya dilakukan testing rapid antigen dan dilaporkan dan tentu dengan kesadaran melakukan isolasi mandiri kalau gejala ringan, kalau berat ke rumah sakit,” imbaunya. Selain itu, Maxi mendorong masyarakat terutama kelompok rentan agar menyegerakan vaksinasi Covid 19 baik dosis lengkap maupun booster. Vaksinasi booster sampai akhir tahun masih gratis untuk seluruh masyarakat.

"Tahun depan, hanya untuk kelompok rentan seperti lansia dan orang dengan penyakit penyerta serta immunocompromised (orang yang memiliki masalah dengan sistem imun),” jelas Maxi. Lebih lanjut, ia menyampaikan jika kenaikan kasus ini didominasi oleh subvarian Omicron XBB 1.5 yang juga menjadi penyebab gelombang infeksi Covid 19 di Eropa dan Amerika Serikat. Selain varian XBB Indonesia juga sudah mendeteksi adanya subvarian EG2 dan EG5.

Meskipun ada kenaikan, Maxi mengatakan ini masih jauh kebih rendah dibandingkan saat pandemi yang mencapai 50.000 sampai 400.000 kasus per minggu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *