Menu Pencegahan Stunting di Depok jadi Sorotan, Menko PMK Sarankan Pemda Berdayakan Ibu-ibu PKK
2 mins read

Menu Pencegahan Stunting di Depok jadi Sorotan, Menko PMK Sarankan Pemda Berdayakan Ibu-ibu PKK

Menu makanan dalam Program Makanan Tambahan (PMT) di Kota Depok mendapatkan sorotan, karena dianggap tidak layak. Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy menyarankan agar pemerintah daerah melibatkan ibu ibu Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) agar kejadian serupa tidak terulang. Dan menurutnya, sebaiknya pemberian PMT dikelola di tingkat kelurahan.

"Kalau itu dikelola oleh masing masing kelurahan, misalnya dikoordinasi oleh ketua penggerak PKK, kemudian melibatkan warga sekitar," ujar Muhadjir di Kantor Kemenko PMK, Jakarta, Rabu (22/11/2023). Menurut Muhadjir, pemberdayaan ibu ibu PKK akan membuka lapangan pekerjaaan. Selain itu, makanan bergizi yang dibuat oleh ibu ibu PKK akan lebih sesuai dengan selera masyarakat di wilayah itu.

"Dan nanti menu makanannya juga berbasis bahan bahan yang ada di tempat itu. Kan ini sebetulnya tidak harus seragam. Tidak harus semuanya dalam bentuk tahu yang di dalamnya diberi nugget. Kan masing masing bisa dalam bentuk ayam, ibu ibu PKK itu yang menggoreng," kata Muhadjir. Papasan dengan Lexus LX 570 Sport Berplat TNI, Peter F Gontha Curiga: Kayaknya Istri Pengusaha Kaya Halaman 4 Tak Tahan, Santri Putri di Gresik Minta Dijemput Pulang, Keluarga Syok Dengar Kelakuan Kiai

Profil Celia Thomas yang Kepergok Bareng Teuku Ryan di Gala, Ria Ricis Siap Jadi Ibu Sekaligus Ayah Gibran Pakai Istilah Sulit saat Bertanya, Ini Respons Anies yang Bikin Orang Tersenyum Halaman 3 Penyesuaian Tarif Tol Pejagan Pemalang Berlaku Mulai 6 Januari 2024, Berikut Daftarnya

Apakah Olahraga Menurunkan Gula Darah? Berikut Penjelasannya Dampak Boikot Produk Pro Israel, CEO Starbucks Minta Masyarakat Berhenti Demo Kedai Kopinya Halaman all Selain itu, pemanfaatan kelurahan akan membuat pemberian PMT sesuai dengan target.

"Dan itu justru akurasi data juga bagus kalau diserahkan ke masing masing kelurahan. Karena yang tahu persis siapa yang sedang hamil dan siapa yang sedang punya anak bawa dua tahun itu kan ya kepala desa atau kepala kelurahan itu sendiri. Sehingga penanganannya lebih intens," pungkas Muhadjir. Artikel ini merupakan bagian dari KG Media. Ruang aktualisasi diri perempuan untuk mencapai mimpinya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *