Mengapa Konseling dalam Prosedur DNA itu Penting? Berikut Penjelasan Dokter Forensik
3 mins read

Mengapa Konseling dalam Prosedur DNA itu Penting? Berikut Penjelasan Dokter Forensik

Perbincangan mengenai tes DNA atau Deoxyribonucleic acid belakangan ini ramai. Seperti kasus bayi tertukar di Bogor maupun kasus DJ Verny Hasan yang meminta Denny Sumargo melakukan tes DNA untuk membuktikan anak dilahirkan Verny merupakan anak biologis pebasket itu. Lalu bagaimana prosedur pemeriksaan DNA berikut ulasannya:

Ahli Patologi Forensik dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) dr Djaja Surya Atmadja mengungkapkan, pada prinsipnya tes DNA dapat dilakukan jika berlandaskan alasan kuat. Seperti berhadapan dengan kasus hukum, dimana polisi akan meminta dokter ahli DNA untuk melakukan pemeriksaan. "Jadi dokternya akan periksa dan hasilnya diserahkan pada polisi itu biasanya untuk proses peradilan," kata dia dikutip dari Youtube Rumpi No Secret.

Gibran Pakai Istilah Sulit saat Bertanya, Ini Respons Anies yang Bikin Orang Tersenyum Halaman 3 LIVE RCTI, Jadwal Timnas Indonesia di Piala Asia 2023: Marc Klok Cs Bakal Beri Kejutan di Qatar? Sosok Andyka Umar Syam Manopo Pria Curhat Ditampar Wanita di Kafe, Niatnya hanya Konten

Mengapa Konseling dalam Prosedur DNA itu Penting? Berikut Penjelasan Dokter Forensik Respon Warga Lambat, Aji Kehilangan 3 iPhone Pro Max Seharga Rp 75 Juta saat COD Halaman 3 Jadwal Persib Bandung vs Persis Solo di Liga 1 : Asa Laskar Sambernyawa Keluar dari Zona Merah

Mungkinkah Tes DNA Denny Sumargo Salah? Simak Penjelasan Dokter Forensik RSCM Dampak Boikot Produk Pro Israel, CEO Starbucks Minta Masyarakat Berhenti Demo Kedai Kopinya Halaman all Lalu, permintaan mandiri.

Dalam hal ini dokter forensik tentu akan mendalami alasan yang bersangkutan diadakannya pemeriksaan DNA. "Contoh ada sengketa diantara beberapa ahli waris. Itu bisa datang langsung ke rumah sakit atau ke dokter dilakukan pemeriksaan hasilnya dikasih ke yang bersangkutan," kata dia. Dokter Djaja mengatakan, komunikasi dan konsultasi diawal pemeriksaan DNA harus dilakukan, terlebih tes DNA digunakan untuk mengidentifikasi garis keturunan genetik.

Selain itu, tujuan dari konseling adalah memastikan pasien dapat memberikan informasi. "Karena semua pemeriksaan DNA harus dilandasi dengan persetujuan antara dua belah pihak, ayah dan ibu," ungkap Djaja. Ia memaparkan, tes DNA diawali dengan pengumpulan sampel.

Seperti air liur . "Ini biasa untuk anak bayi. Jadi kapas diusapkan ke dalam mulut bayi," tutur dia. Lalu sampel DNA itu diekstraksi.

Sampel tadi berikan zat kimia tertentu untuk memecah membran sel. "Nah hasil ini lalu dipisahkan dan dimasukan kedalam alat tes PCR. Hasilnya akan banyak sel DNA," urai Djaja. Sel DNA hasil tes PCR, lalu diuji dan dibandingkan.

Hasil DNA terdiri dari bebebapa bagian yang berisi informasi penting di antaranya, yakni tabel sistem genetik atau grafik ukuran lokus, indeks garis ayah, gabungan probabilitas, paternitas, dan kesimpulan. Tes DNA bisa dilakukan disejumlah RS dengan fasilitas yang lengkap dengan kisaran harga Rp 7 juta hingga Rp 10 juta. Khusus di RS Jakarta harga termurahnya adalah Rp 4 juta.

Selain air liur, sampel DNA bisa berupasel darah merah, rambut, kulit, hingga kuku. "Untuk lama pemeriksaan dari awal hingga hasil diperlukan waktu sekitar 2 4 minggu," tutur dia. Mungkinkah hasil DNA itu bisa direkayasa?

Dokter Djaja menyebut, hal ini mungkin saja terjadi. Namun tentu dengan konsekuensi yang sangat besar dipertaruhkan sang dokter. "Kebayang nggak sih dosanya dokter itu kayak apa,"ucapnya.

Menurutnya, jika pasien merasa keberatan dengan hasil DNA yang dilakukan maka pasien bisa meminta second opinion. "Iya boleh diulang (tes DNA), sama saat mendiganosis hal lain," sahut dokter Djaja. Artikel ini merupakan bagian dari

KG Media. Ruang aktualisasi diri perempuan untuk mencapai mimpinya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *