Konsep Bergerak Bersama Jadi Jurus Jitu Kota Semarang Tekan Angka Stunting
2 mins read

Konsep Bergerak Bersama Jadi Jurus Jitu Kota Semarang Tekan Angka Stunting

Keberhasilan Wali kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu beserta jajarannya dalam menekan angka kasus stunting menarik banyak perhatian. Perempuan yang biasa disapa Mbak Ita ini mengatakan, keberhasilan tersebut tidak lepas dari realisasi 5 pilar penanganan dasar stunting. Adapun lima pilar yang menjadi dasar penanganan stunting yakni komitmen dari pimpinan, sosialisasi dan komunikasi, konvergensi dan koordinasi program pusat dan daerah, ketahanan pangan dan gizi, serta pemantauan evaluasi.

Kota Semarang diketahui menjadi jadi kota yang berhasil menurunkan angka stunting yang cukup signifikan. Dari 21,3 persen pada tahun 2021 menjadi 10,4 persen tahun 2022 atau berhasil menurunkan stunting sebesar 11 persen dalam kurun 1 tahun. Sosok Penting Persija Jakarta Kontraknya Segera Kadaluwarsa: PSIS Semarang Potensi Curi Keuntungan Halaman 4

Al Aqsha Kiblat Para Nabi BEREH, TNI AU Gencarkan Operasi Mata Elang 23 di Perairan Aceh Big Bang Festival 2023 Ajang Cuci Gudang Tawarkan Harga Tiket Termurah Rp 15 ribu

Rafael Struick Disepelekan ADO Den Haag sebelum Pulang ke Timnas Indonesia Halaman 3 "Jadi di Kota Semarang ini kami mempunyai tagline konsep Bergerak bersama," urai wali kota perempuan pertama Semarang ini. Generasi muda pun dilibatkan untuk mencegah stunting dimana generasi mudakota Semarang.

Selain itu membangun Dapur Sehat Atasi Stunting (DASHAT) yang dilengkapi dengan resep resep masakan untuk cegah stunting yang ditulis oleh Presiden RI ke 5 yakni Megawati Soekarno Putri. "Buku itu kita implementasikan di semua Dasa Wisma tim penggerak PKK sehingga ini yang menjadi salah satu penyebab turunnya stunting karena ibu ibu diajak masak," kata dia. Kemudian juga membangun rumah Pelita yakni terobosan dalam upaya penanganan stunting dari hulu ke hilir.

Seperti pemberian pola asuh, penanganan gizi, sanitasi, dan lain lain. Rumah Pelita tidak hanya untuk anak anak stunting saja, namun juga mewadahi pelayanan bagi ibu hamil yang mengalami anemia dan kekurangan energi kronis (KEK). Maupun ibu yang mengalami stres pasca melahirkan.

"Alhamdulillah mungkin ini bisa jadi contoh juga dalam waktu 3 bulan anak anak ini berat badannya untuk naik sekitar setengah kilogram dan apa tingginya ini eh tumbuh 0,5 sampai 1 cm," jelas dia. Diharapkan melalui terobosan dan inovasi di kota Semarang tersebut penurunan angka stunting yang diharapkan Presiden Jokowi pada tahun 2024 dapat terwujudkan. Artikel ini merupakan bagian dari

KG Media. Ruang aktualisasi diri perempuan untuk mencapai mimpinya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *