Dinas Kesehatan Jakarta Sebut Penyakit ISPA Meningkat karena Peralihan Cuaca
2 mins read

Dinas Kesehatan Jakarta Sebut Penyakit ISPA Meningkat karena Peralihan Cuaca

Dinas Kesehatan DKI Jakarta menyatakan, jumlah penderita infeksi saluran pernafasan atas atau ISPA meningkat. Dinkes mengklaim, hal itu dikarenakan adanya perubahan cuaca. Tercatat setiap bulan ada 100 ribu lebih warga Jakarta mengalami ISPA.

"Warga DKI yang terkena batuk, pilek, ISPA atau pneumonia setiap bulannya rata rata 100 ribu kasus dr 11 juta penduduk," ujar Kepala Seksi Surveilans, Epidemiologi, dan Imunisasi Dinas Kesehatan DKI, Ngabila Salama di Jakarta beberapa waktu lalu. Ngabila memaparkan data laporan ISPA DKI Jakarta tahun 2023. Rinciannya Januari 102.609 kasus, Febuari 104.638 kasus, Maret 119.734 kasus, April 109.705 kasus, Mei 99.130 kasus, Juni 102.475 kasus.

Prancis Ngamuk 4.000 Warganya Daftar Jadi Tentara Bayaran Israel, Ancam Akan Jebloskan ke Penjara Modal Rekam Jejak dan Hasil Debat, TPD Ganjar Mahfud Optimis Raup 40 Persen Suara di Jakarta BREAKING NEWS: Ribuan Buruh Bakal Unjuk Rasa Lagi, Tolak UMK 2024, Polisi Minta Jangan Tutup Jalan

Ternyata Sule Diam diam Tangisi Adzam Imbas Calon Suami Baru Nathalie Holscher: Saya Membayangkan Halaman 4 Pemkot Palembang Terima Ribuan PPPK Baru yang Lulus Seleksi Tahun 2023, Ratu Dewa Ucapkan Selamat! Ugahari dan Kesetiakawanan Sosial, Pesan Natal Gubernur Sulut Olly Dondokambey dan Steven Kandouw

Dampak Boikot Produk Pro Israel, CEO Starbucks Minta Masyarakat Berhenti Demo Kedai Kopinya Halaman all "Tidak ada kenaikan kasus ISPA yang bermakna sejak bulan April 2023 sampai dengan Juli 2023," ujar dia. Ngabila menuturkan, kasus ISPA polanya akan sama dari tahhun ke tahun akan mulai meningkat pada September dan puncaknya di Oktober November.

Kemudian mulai kembali turun sesudah bulan Maret. "ISPA dari trendnya banyak di musim penghujan sesudah September jelas pengaruh paling kuat adalah kondisi pancaroba atau peralihan cuaca," tutur Ngabila. Dikesempatan berbeda, Ketua Majelis Kehormatan Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) Prof Tjandra Yoga Aditama membagikan cara mengatasi Batuk dan ISPA akibat polusi udara

Perbanyak minum air putih, karena akan mengencerkan dahak sehingga mudah dikeluarkan dan jalan napas jadi bersih. Kalau pun ingin konsumsi obat batuk yang dijual bebas maka ingat ada 3 jenisnya, pengencer dahak (mukolitik), pengeluar dahak (ekspektoran) dan penekan batuk kering (antitusif). Pilihlah sesuai kebutuhan. Jika dahak berwarna kuning atau hijau maka iti menunjukkan adanya tanda radang / infeksi.

Kalau batuk disertai keluhan sesak, atau setidaknya napas berat, maka mungkin diperlukan pelega napas (bronkodilator). Kalau keluhan batuk berkepanjangan maka segera berkonsultasi ke petugas kesehatan. Ada 2 pengertian ISPA pertama Infeksi Saluran Pernafasan Atas dan kedua Infeksi Saluran Pernafasan Akut. Sebagian besar ISPA disebabkan oleh virus, jadi tidak memerlukan antibiotika. Cukup obat simtomatik (sesuai gejala), diet yang baik dan istirahat.

Tentu kalau ISPA tidak kunjung membaik maka (pada sebagian kecil kasus) dapat berkembang menjadi infeksi yang lebih berat, sampai ke pneumonia dan lain lain Artikel ini merupakan bagian dari KG Media. Ruang aktualisasi diri perempuan untuk mencapai mimpinya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *