China Usul Batasi Penggunaan Teknologi Pada Anak-anak
3 mins read

China Usul Batasi Penggunaan Teknologi Pada Anak-anak

Legislator China telah mengusulkan agar sistem baru dibuat untuk membatasi jumlah waktu penggunaan smartphone bagi mereka yang berusia di bawah 18 tahun. Hal ini disampaikan dalam pernyataan yang diterbitkan oleh regulator dunia maya China pada Rabu kemarin. Dikutip dari laman , Kamis (4/8/2023), Cyberspace Administration of China (CAC) berharap penyedia ponsel pintar memperkenalkan 'mode minor' yang akan melarang pengguna di bawah umur mengakses internet ada perangkat seluler mereka mulai pukul 22.00 hingga 06.00.

Legislator China telah mengusulkan agar sistem baru dibuat untuk membatasi jumlah waktu penggunaan smartphone bagi mereka yang berusia di bawah 18 tahun. Dalam draf pedoman mereka, regulator juga meminta pembatasan jumlah waktu akses internet bagi anak di bawah umur, tergantung pada usia mereka. Sementara itu pengguna antara usia 16 hingga 18 tahun akan diizinkan mengakses internet dua jam sehari, lalu anak anak berusia 8 hingga 16 tahun dapat mengakses selama satu jam.

Sosok Andri Rahman Sopir Truk Dianiaya Ajudan Bupati Kutai Barat, Hotman Paris Siap Bantu Halaman 4 INNALILLAHI Jatuh Saat Susul Ibu ke Ladang, Wanita Disabilitas Tewas, Mayat Ditemukan di Tebing Bima ASN Ponorogo Ditemukan Tewas di Rumah, Diduga Sudah Meninggal 2 3 Hari

Ajudan Bupati Aniaya Sopir Truk Dicopot, Bupati Kutai Barat FX Yapan Minta Maaf, Dandim : Proses! Debat Cawapres Gibran Ngaco Soal Tema, Mahfud MD: KPU yang Begitu Enggak Bertindak! Ini Sosok Letkol Eko Handoyo, Nonaktifkan Ajudan Bupati Kutai Barat yang Viral Aniaya Sopir Truk CPO

Dampak Boikot Produk Pro Israel, CEO Starbucks Minta Masyarakat Berhenti Demo Kedai Kopinya Halaman all Kemudian mereka yang berusia di bawah 8 tahun hanya akan diizinkan menggunakan internet selama 40 menit per hari. Kendati demikian, CAC menekankan bahwa sistem harus mengizinkan fungsi smartphone tertentu selama jam malam, seperti panggilan darurat hingga aplikasi pendidikan yang disetujui oleh orang tua.

Aturan tersebut juga meminta penyedia konten untuk membuat kumpulan video dan game terpisah untuk anak di bawah umur yang 'mempromosikan nilai nilai inti sosialisme' dan 'budaya tradisional China'. Perusahaan teknologi China memiliki waktu hingga 2 September mendatang untuk mengirimkan umpan balik mereka atas proposal tersebut, namun belum jelas kapan tepatnya aturan baru itu akan diterapkan. Sementara itu, investor telah bereaksi, dengan tergelincirnya saham di perusahaan teknologi besar China sesaat setelah pedoman CAC diumumkan.

Tencent turun 3 persen, dan layanan video Bilibili serta Kuaishou masing masing turun 7 persen dan 3,5 persen. Pakar Hukum Xia Hailong juga mencatat bahwa aturan yang diusulkan akan membutuhkan 'banyak upaya dan biaya tambahan untuk diterapkan secara benar'. "Itulah sebabnya sebagian besar perusahaan internet kemungkinan akan memilih untuk langsung melarang anak di bawah umur menggunakan layanan mereka," kata Hailong.

Pedoman baru CAC ini muncul dua tahun setelah otoritas China memberlakukan jam malam untuk pengguna internet di bawah usia 18 tahun, membatasi mereka hanya untuk bermain game online selama tiga jam dalam seminggu. Langkah itu dimaksudkan untuk melawan kualitas adiktif dari video game dan mempromosikan gaya hidup yang lebih sehat. China merupakan salah satu negara pertama di dunia yang menyebut 'kecanduan internet' sebagai gangguan klinis yang mengancam anak di bawah umur.

Selama dekade terakhir, pemerintah China telah meluncurkan beberapa ratus kamp pelatihan yang dirancang untuk memberantas kecanduan internet dengan menempatkan remaja melalui pelatihan fisik ala militer. Artikel ini merupakan bagian dari KG Media. Ruang aktualisasi diri perempuan untuk mencapai mimpinya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *