Cek Kondisi Lima Komponen Mobil Ini Saat Cuaca Panas, Termasuk AC dan Rem
8 mins read

Cek Kondisi Lima Komponen Mobil Ini Saat Cuaca Panas, Termasuk AC dan Rem

Cuaca panas yang masih melanda beberapa wilayah di Indonesia dapat membuat beberapa komponen pada mobil mengalami gangguan. Setidaknya ada lima part mobil yang menurut Auto2000 akan mengalami gangguan saat terkena cuaca panas menyengat seperti yang terjadi akhir akhir ini. Agar berkendara tetap aman dan nyaman, perhatikan lima komponen ini dan tips mencegah agar tidak mengalami gangguan.

1. Radiator Tidak dapat dipungkiri, radiator merupakan garda terdepan dalam menghadapi cuaca panas supaya mesin mobil tidak overheat. Dalam tugasnya, radiator memanfaatkan udara di depan mobil untuk mendinginkan radiator coolant yang bersirkulasi di dalamnya.

Masalahnya sekarang, suhu lingkungan di sekitar mobil sudah tinggi. Ditambah ketika mobil harus menghadapi jalan macet, radiator tidak bisa mendapatkan pasokan udara segar karena mobil lebih banyak berhenti. Hal ini akan menghambat proses pendinginan cairan radiator. Safiatuddin, Perempuan Cantik dari Aceh yang Gemparkan Dunia Melayu Serambinews.com BMKG: Gempa Bumi Baru Saja Guncang Dompu NTB Pagi Ini, Cek Pusat Gempa Terkini 2 Menit yang Lalu

Gempa Bumi Terbesar di Dunia 9,5 SR Pernah Terjadi di Chile Prohaba.co Ratusan Rohingya di BMA Gencarkan Aksi Mogok Makan, Diduga Tuntut Penampungan Lebih Layak Serambinews.com BMKG: Gempa Bumi M 4.8 Hantam Tutuyan Sulawesi Utara, Cek Pusat Gempa Terkini 2 Menit yang Lalu

Tawuran Remaja di Cakung Sebabkan Satu Orang Tewas, Korban Dibacok Saat Menolong Temannya Dampak Boikot Produk Pro Israel, CEO Starbucks Minta Masyarakat Berhenti Demo Kedai Kopinya Halaman all "Oleh sebab itu, pastikan menggunakan radiator coolant TMO, karena sudah sesuai dengan spesifikasi dan kebutuhan mobil Toyota serta iklim tropis Indonesia. AutoFamily juga harus memastikan radiator coolant tidak kurang dengan mengecek tangki cadangannya," tutur Aftersales Business Division Head Auto2000 Nur Imansyah Tara.

Cek radiator dan pastikan tidak ada kebocoron atau karat, serta sirip radiator tidak penyok atau sobek. Selang dan sambungannya wajib diperhatikan karena ada risiko getas. Tutup radiator harus dalam kondisi prima karena tugasnya mengatur tekanan cairan radiator. Pastikan juga kipas pendingin radiator bekerja dengan baik. 2. Ban Mobil

Ban mobil melakukan kontak langsung dengan aspal jalan yang sangat panas di siang hari. Telapak ban yang aus, memiliki risiko meletus karena anyaman kawat baja ban berhubungan langsung dengan permukaan jalan yang panas. Segera ganti ban mobil ketika batas keausan telapak ban atau Tire Wear Indicator (TWI) sudah terlihat. Tekanan udara ban yang terlalu rendah membuat dinding ban tidak dapat menahan gerakan naik turun dengan baik, bahkan menekuk kalau terlalu kempis.

Alhasil, defleksi pada dinding ban bakal lebih tinggi dari normal dan berisiko merusak anyaman kawat baja di dinding ban. Ban dapat meletus dalam kondisi pemakaian berat. 3. Rem Mobil Dalam kondisi normal saja, kerja rem mobil sudah berat. Apalagi rem mobil tidak punya sistem pelepas panas seperti radiator.

Untuk itu, pastikan sudah menggunakan cairan rem TMO yang sesuai spesifikasi dan kebutuhan rem mobil Toyota di Indonesia supaya performanya tetap optimal. Cairan rem tidak boleh berkurang dengan mengecek tabung cadangannya di ruang mesin. Segera tambahkan, namun kalau terlalu sering kurang, bawa mobil ke bengkel untuk pemeriksaan. Pastikan tidak ada endapan lumpur di dalam tabung untuk mencegah sumbatan dalam sistem rem.

Mengganti kampas rem yang sudah habis membuat pengemudi tidak menekan pedal rem lebih kuat sehingga kerja cairan rem tidak terlalu berat. Pastikan tidak ada selang rem yang getas atau sobek, termasuk risiko karat pada sambungan dan pipa minyak rem. Waspada debu yang dapat menghalangi kerja sensor rem atau masuk ke dalam sistem rem mobil. 4. AC Mobil

Meskipun tidak terkait langsung dengan kesehatan mobil, AC yang kurang sejuk bisa membuat pengemudi dan penumpang kegerahan bahkan stres dan emosional di jalan. Untuk itu, segera cek cairan refrigerant atau freon yang bisa berkurang jika saluran AC bocor, sehingga membuat embusan AC tidak dingin. Debu dari luar dapat terbawa masuk ke dalam mobil hingga akhirnya menutup evaporator.

Alhasil, kemampuan evaporator dalam mendinginkan kabin ikut turun. Ganti filter kabin yang kotor untuk menjaga kebersihan evaporator, yang juga menjaga udara AC tetap bersih supaya penumpang nyaman. Sembari mengecek radiator, Anda juga dapat memeriksa kondensor AC mobil yang dipasang di depan radiator. Pastikan tidak ada sirip yang bocor, penyok, atau berkarat. Cek kompresor AC dari suara aneh dan fan belt kompresor tidak berdecit atau sobek.

5. Oli Mesin Oli mesin punya peran juga untuk membantu mendinginkan mesin mobil dengan melepaskan panas yang dibawa dari dalam mesin. Pastikan volume oli mesin tidak berkurang dengan memeriksanya lewat dipstick. Selanjutnya, jaga kualitas senyawa kimia pelumas agar tidak rusak akibat usia pakai dengan menggantinya secara rutin saat servis berkala.

Lima Komponen Mobil Ini Wajib Diperhatikan Saat Cuaca Panas Melanda Setidaknya ada lima part yang menurut Auto2000 akan mengalami gangguan saat terkena cuaca panas menyengat seperti yang terjadi akhir akhir ini. Agar berkendara tetap aman dan nyaman, perhatikan lima komponen ini dan tips mencegah agar tidak mengalami gangguan.

1. Radiator Tidak dapat dipungkiri, radiator merupakan garda terdepan dalam menghadapi cuaca panas supaya mesin mobil tidak overheat. Dalam tugasnya, radiator memanfaatkan udara di depan mobil untuk mendinginkan radiator coolant yang bersirkulasi di dalamnya.

Masalahnya sekarang, suhu lingkungan di sekitar mobil sudah tinggi. Ditambah ketika mobil harus menghadapi jalan macet, radiator tidak bisa mendapatkan pasokan udara segar karena mobil lebih banyak berhenti. Hal ini akan menghambat proses pendinginan cairan radiator. "Oleh sebab itu, pastikan menggunakan radiator coolant TMO, karena sudah sesuai dengan spesifikasi dan kebutuhan mobil Toyota serta iklim tropis Indonesia. AutoFamily juga harus memastikan radiator coolant tidak kurang dengan mengecek tangki cadangannya," tutur Aftersales Business Division Head Auto2000 Nur Imansyah Tara. Cek radiator dan pastikan tidak ada kebocoron atau karat, serta sirip radiator tidak penyok atau sobek. Selang dan sambungannya wajib diperhatikan karena ada risiko getas.

Tutup radiator harus dalam kondisi prima karena tugasnya mengatur tekanan cairan radiator. Pastikan juga kipas pendingin radiator bekerja dengan baik. 2. Ban Mobil Ban mobil melakukan kontak langsung dengan aspal jalan yang sangat panas di siang hari. Telapak ban yang aus, memiliki risiko meletus karena anyaman kawat baja ban berhubungan langsung dengan permukaan jalan yang panas.

Segera ganti ban mobil ketika batas keausan telapak ban atau Tire Wear Indicator (TWI) sudah terlihat. Tekanan udara ban yang terlalu rendah membuat dinding ban tidak dapat menahan gerakan naik turun dengan baik, bahkan menekuk kalau terlalu kempis. Alhasil, defleksi pada dinding ban bakal lebih tinggi dari normal dan berisiko merusak anyaman kawat baja di dinding ban. Ban dapat meletus dalam kondisi pemakaian berat.

3. Rem Mobil Dalam kondisi normal saja, kerja rem mobil sudah berat. Apalagi rem mobil tidak punya sistem pelepas panas seperti radiator. Untuk itu, pastikan sudah menggunakan cairan rem TMO yang sesuai spesifikasi dan kebutuhan rem mobil Toyota di Indonesia supaya performanya tetap optimal.

Cairan rem tidak boleh berkurang dengan mengecek tabung cadangannya di ruang mesin. Segera tambahkan, namun kalau terlalu sering kurang, bawa mobil ke bengkel untuk pemeriksaan. Pastikan tidak ada endapan lumpur di dalam tabung untuk mencegah sumbatan dalam sistem rem. Mengganti kampas rem yang sudah habis membuat pengemudi tidak menekan pedal rem lebih kuat sehingga kerja cairan rem tidak terlalu berat.

Pastikan tidak ada selang rem yang getas atau sobek, termasuk risiko karat pada sambungan dan pipa minyak rem. Waspada debu yang dapat menghalangi kerja sensor rem atau masuk ke dalam sistem rem mobil. 4. AC Mobil Meskipun tidak terkait langsung dengan kesehatan mobil, AC yang kurang sejuk bisa membuat pengemudi dan penumpang kegerahan bahkan stres dan emosional di jalan.

Untuk itu, segera cek cairan refrigerant atau freon yang bisa berkurang jika saluran AC bocor, sehingga membuat embusan AC tidak dingin. Debu dari luar dapat terbawa masuk ke dalam mobil hingga akhirnya menutup evaporator. Alhasil, kemampuan evaporator dalam mendinginkan kabin ikut turun. Ganti filter kabin yang kotor untuk menjaga kebersihan evaporator, yang juga menjaga udara AC tetap bersih supaya penumpang nyaman.

Sembari mengecek radiator, Anda juga dapat memeriksa kondensor AC mobil yang dipasang di depan radiator. Pastikan tidak ada sirip yang bocor, penyok, atau berkarat. Cek kompresor AC dari suara aneh dan fan belt kompresor tidak berdecit atau sobek. 5. Oli Mesin

Oli mesin punya peran juga untuk membantu mendinginkan mesin mobil dengan melepaskan panas yang dibawa dari dalam mesin. Pastikan volume oli mesin tidak berkurang dengan memeriksanya lewat dipstick. Selanjutnya, jaga kualitas senyawa kimia pelumas agar tidak rusak akibat usia pakai dengan menggantinya secara rutin saat servis berkala.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *